Cara Mengelola Pikiran Agar Tetap Tenang dan Fit dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Pandemic covid-19 yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang nyata dan bukan khayalan. Walaupun tidak tampak secara kasat mata, namun korban yang berjatuhan karenanya sudah ada diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia dan khususnya Yogyakarta.

Kebijakan untuk tetap di rumah saja dan tidak boleh keluar jika tidak penting, anak sekolah dibelajarkan di rumah, pendapatan berkurang, dilarang berpergian apalagi ke luar kota bagi sebagian orang akan menimbulkan stres.

Menurut WHO stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stressor psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan). Stres psikologis dapat mennyebabkan perubahan system imun dimana hormone yang dikeluarkan tubuh pada saat kita stres adalahaktivasi HPA axix mengeluarkan hormon CRH, ACTH dan glucokortikoid (kortison dan katekolamin). Aktivasi HPA axis dapat menekan fungsi imun dan dalam keadaan kronis berbahaya karena berhubungan dengan resiko terjadinya infeksi (larasati, 2016)

Manusia dibekali oleh Allah SWT dengan akal, dimana akal yang sehat akan memunculkan pikiran yang sehat. Pikiran yang sehat itu adalah pikiran yang positif yang dapat memunculkan perasaaan yang positif seperti semangat, bahagia dan optimis.

Selain pikiran positif ada juga pikiran yang negatif. Biasanya pikiran negatif ini berupa hal-hal yang diprediksi dengan tidak baik oleh pikiran kita. Jika dibiarkan saja, maka pikiran negatif ini dapat menimbulkan perasaan cemas, marah, benci, sakit hati, gelisah bahkan mungkin memicu perilaku yang tidak adaptif misalnya berkata kasar, curiga berlebihan dan merasa terpuruk seolah-olah nasib kita sedang berada di ujung tanduk.

Jadi apakah cemas itu tidak baik? Ini merupakan pertanyaan yang sering muncul di benak kita. Tentu saja segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah baik. Yang penting tidak berlebihan. Ingat! Bahwa sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan efek yang tidak baik. Coba anda bayangkan jika  tidak ada rasa cemas, maka kita akan menyepelekan segala sesuatunya serta tidak mempersiapkan diri sebaik-baiknya semua akan menjadi kacau juga bukan?

Nah…maka dari itu mari kita lihat apa yang dimaksud dengan kecemasan dan bagaimana cara mengelolanya agar dapat berfungsi dengan baik terutama di masa pandemi covid-19 saat ini.

Kecemasan adalah perasaan tegang, gelisah, khawatir dan bimbang yang bersifat subjektif (belum tentu ada objek yang dicemaskannya). Ciri-cirinya adalah jantung berdebar, otot tegang, sesak nafas, pusing, keringat dingin atau panas, susah tidur, susah konsentrasi, sakit perut dan lain-lain.

Penyebab cemas yang berlebihan ini adalah bisa dari karakter individu sendiri yang memang pencemas atau terlalu banyak pikiran negatif yang ada di kepalanya sehingga dapat memicu reaksi fisik. Kecemasan yang berlebihan juga dapat menyebabkan magh kambuh dan asam lambung meningkat.

Selain itu, penyebab kecemasan yang lainnya adalah karena keimanan yang kurang. Tanpa disadari terkadang kita sebagai individu yakin kepada pertolongan Allah tetapi tidak sepenuhnya, sehingga masih ada keraguan dan itu menyebabkan kecemasan yang berlebihan.

Berikut ini ada beberapa tips untuk mengelola pikiran dan mengurangi kecemasan yang berlebihan, yaitu:

  • Perkuat keimanan/tingkat spiritualitas kita
    • Beberapa hal yang penting harus kita ingat bahwa semua mahluk adalah ciptaan Allah maka dari itu bermohonlah kepada yang maha menciptakan agar dilindungi dan tetap sehat. Hal penting lainnya adalah setiap manusia pasti mati! Jadi, hidup dan mati sudah ada yang menentukan! Coba lihat disekitar anda ada orang yang meninggal karena sakit, ada yang tidak sakit. Oleh karena itu orang bisa meninggal bukan hanya karena virus corona saja. Namun tugas kita adalah menjaga diri sebaik-baiknya itu tanda kita bersyukur. Jadi tidak perlu cemas berlebihan.
Gambar Ilustrasi
  • Berfikir Positif
    • Berfikir positif sangatlah penting. Ada istilah pikiranmu bisa membunuhmu! Hal ini karena dari pikiran kita akan merubah perasaaan dan perilaku kita menjadi positif atau negatif. Pikiran negatif ketika tidak segera dibuang maka akan terpendam di dalam tubuh kita masuk kea lam bawah sadar.
    • Meng-cut pikiran negatif segera setelah ia muncul dan langsung menggantinya dengan pikiran positif sebaiknya dilakukan. Jika dilakukan secara terus menerus, maka tidak akan muncul kembali.
Gambar Ilustrasi
  • Menjalankan kebiasaan yang baik. Berusaha menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
    • PHBS ini perlu dilakukan agar rasa cemas yang datang dapat dialihkan ke perilaku hidup bersih dan sehat yang kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Gambar Ilustrasi
  • Relaksasi
  • Relaksasi merupakan teknik mengurangi ketegangan dan kecemasan dengan latihan melemaskan otot tubuh pada saat yang dibutuhkan. Tujuannya adalah membuat tubuh dan pikiran rileks/tenang, (dalam Subekti dan Utami, 2011). Relaksasi merupakan salah satu metode dalam terapi psikologis terhadap berbagai keluhan dan salah satunya adalah kecemasan dan stres. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
    • Pertama–tama ambil posisi nyaman berbaring ataupun duduk dengan memjamkan mata. Yang harus anda lakukan adalah fokus pada nafas anda dan perasaan anda. Ingat! Anda tidak boleh berfikir tetapi tidak kosong. Yang diperbolehkan adalah memikirkan sensasi ketika anda bernafas. Misalnya kembang kempis dada ketika menarik atau mengeluarkan nafas.ingat! untuk pembiasaan latihan ini anda disarankan untuk tidak bergerak sedikitpun.
    • Tarik nafas perlahan dan dalam melalui hidung, tahan satu sampai dua detik kemudian hembuskan. Ulangi beberapa kali.
    • Kemudian ucapkan di dalam hati saya membuang semua beban yang ada di dalam hati di dalam pikiran melalui nafas. Boleh juga anda menyebutkan satu persatu bebannya misalnya marah pada siapa, cemas tentang apa dan lain-lain. Ulangi beberapa kali sampai anda merasa nyaman.
    • Selanjutnya ucapkan di dalam hati saya merasa tenang dan damai (walaupun masih ada perasaan cemas tetap katakan bahwa anda merasa tenang).
    • Tarik kembali nafas dan hembuskan…kemudian ucapkan di dalam hati..” ya Allah saya ikhlas saya pasrah berikan hamba…..dst (berdoa yang baik-baik dengan kalimat yang positif sesuai dengan kebutuhan anda).
    • Setelah berdoa kembali bernafas beberapa kali dan ucapkan di dalam hati “saya merasa lebih tenang, lebih semangat..mulai hari ini saya akan menjadi lebih baik…dst”.
    • Terakhir, bernafas kembali beberapa kali dan perlahan-lahan anda akan kembali ke posisi semula  mulai menggerakkan jari-jari tangan dan jari–jari kaki kemudian membuka mata perlahan-lahan dan tidak menghentak. Tidak disarankan langsung berdiri.
    • Lakukan relaksasi ini secara rutin sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan anda.
Gambar Ilustrasi

Naah…semoga kita semua bias mempraktekkan hal tersebut di atas yah agar tetap sehat dan semangat.

Oleh : Citra Dewi S. Psi, M. Psi, Psikolog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *