Penilaian Tenaga Kesehatan (Nakes) Perawat Tingkat DIY Tahun 2019 – Inovasi “Kompak Cedak Sanak”

Pelaksanaan Penilaian Tenaga Kesehatan (Nakes) Perawat Teladan Tingkat DIY dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 20 April 2019 yang bertempat di dua lokasi yaitu Dusun Binaan dan Puskesmas Gamping II. Penilaian Tenaga Kesehatan Profesi Perawat Teladan masing-masing dari setiap Kabupaten/Kota yang ada di Wiliyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Perwakilan Tenaga Kesehatan Perawat Teladan dari Kabupaten Sleman diwakili oleh sdri. Yuni Murniati Amd.Kep yang merupakan salah satu karyawan Puskesmas Gamping II (Punggawa).

Dengan kegiatan Inovasi KOMPAK CEDAK SANAK (Komunitas Peduli Anak – Cegah Tindak Kekerasan Pada Anak) yang dilatarbelakangi oleh adanya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak, kasus pornografi yang dilakukan oleh anak SD dan kasus perundungan (bullying) di sekolah. 

Pada pukul 08.30 WIB Tim juri tiba dilokasi dusun modinan dan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Gamping II, Kepala Desa Banyuraden, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Banyuraden, Kepala Dukuh Modinan dan Kader Kesehatan Banyuraden. Tim melaksanakan penilaian lapangan terkait dengan kegiatan KOMPAK CEDAK SANAK yang telah dilaksanakan di dusun. Tim Juri melihat dokumentasi di dusun serta melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat di dusun Modinan.

Setelah selesai melakukan penilaian di lapangan pada Pukul 10.00 WIB Tim Juri menuju di Puskesmas Gamping II yang berjarak kurang lebih 600 meter dari lokasi dusun Modinan. Tim Juri disambut kembali oleh Bapak. Camat Gamping beserta Jajaran, KUA Gamping, Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan Kab. Sleman, Kepala Desa Banyuraden beserta jajaran, Katim Penggerak PKK Desa Banyuraden, Karyawan Puskesmas Gamping II dan kader kesehatan. Sebelum acara dimulai para hadirin diputarkan Video Keselamatan (Safety Briefing) apabila terjadi bencana saat berlangsungnya acara. Acara ceremonial menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars PPNI, Mars Punggawa dan langsung diterima oleh Bapak. Arif Marwoto, SH selaku camat Gamping.

Acara inti Penilaian Tenaga Kesehatan Perawat Tingkat DIY di mulai dari Paparan Selayang Pandang Kompak Cedak Sanak oleh sdri. Yuni Murniati, AMd.Kep yang menampilkan kilas dari kegiatan inovasi yang ada di Puskesmas Gamping II. Tim Juri kemudian melaksanakan observasi dokumen pendukung terkait kegiatan inovasi KOMPAK CEDAK SANAK meliputi 6 Komponen Tenaga Kesehatan di Puskesmas yaitu: Tenaga Kesehatan Sebagai Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan, Tenaga Kesehatan sebagai pemberdaya masyarakat, Tenaga Kesehatan Sebagai Pemberi Layanan di Strata Pertama, Tenaga Kesehatan Profesional, Tenaga Kesehatan Disiplin Kepegawaian, dan Tenaga Kesehatan Sebagai Anggota Masyarakat.

Pada Akhir Acara Tim Juri menyampaikan kesan terhadap kegiatan Inovasi KOMPAK CEDAK SANAK yang disampaikan oleh Bpk. Sugiharto, SKM, MPH. “InovasiYuni Murniati, A.Md.Kepadalah kegiatan yang luar biasa. Dari sisi dampak sangat luar biasa karena sasarannyaadalah generasi penerus bangsa. Untuk paparan selanjutnya, upaya skrining perlu ditonjolkan perlu didukungdokumen-dokumen yang menyertainya. Untuk jamuan utama yaitu minuman jamu tradisional sangat bagus karena kedepannya jogja menjadi ikon tradisional. Motivasi agar tenaga kesehatan lainnya bisa menjadi seperti Yuni Murniati, A.Md.Kep”

Sebagai Penutup Acara berkenan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Bapak. dr. Joko Hastaryo, M.Kes memberikan beberapa motivasi dan semangat untuk menjalankan kegiatan KOMPAK CEDAK SANAK tersebut. “Empat hal ini harus kita jaga meski tidak teladan. CPNS di Sleman sempat disorot, harus menerapkan empat hal ini agar tidak tersorot oleh masyarakat. Dokter teladan, bidan, ATLM, Farmasi, dan saat ini perawat yang tahun ini maju teladan. Membangun dan meningkatkan kesehatan masyarakat saat ini sangat komplek dan semakin sulit. Jika dulu hanya penyakit menular tetapi kini penyakit tidak menular pun juga, belum selesai masalah penyakit menular, kini muncul penyakit tidak menular. Inovasi Kompak Cedak sanak ini sangat bagus karena sasaran adalah anak muda bahkan anak kecil juga, sangat baik dan kekinian. Puskesmas Gamping II sering melahirkan teladan tingkat Kabupaten Sleman dan diharapkan kali ini bisa menjadi teladan di Provinsi DIY” pungkas dr. Joko Hastaryo.



127 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *