Hai sobat Punggawa…
Memasuki bulan November, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami curah hujan yang cukup tinggi termasuk area Gamping, Sleman. Bahkan sejak bulan Oktober, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sudah mulai turun di beberapa wilayah. Suhu udara yang lembap dan perubahan cuaca dapat mempengaruhi daya tahan tubuh dan membuat masyarakat lebih rentan terhadap sakit seperti flu, ISPA, diare, demam berdarah hingga leptospirosis.
Musim hujan sering kali membawa suasana sejuk yang menyenangkan. Namun juga menuntut kita untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan. Agar kita tetap sehat dan produktif, yuk jaga daya tahan tubuh dengan langkah-langkah sederhana berikut:

- Konsumsi Gizi Seimbang
Makanan sebagai sumber asupan nutrisi menjadi hal yang sangat penting diperhatikan, konsumsilah makanan dengan gizi seimbang. Satu piring sajian makanan dianjurkan terdiri dari makanan pokok, sayur, buah dan lauk pauk. Selain itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin C guna mendukung imunitas tubuh.
Minum air hangat juga dianjurkan karena bisa membantu menjaga hidrasi dan menghangatkan tubuh saat musim hujan.
2. Jaga kebersihan diri dan lingkungan
Menjaga kebersihan diri dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah beraktivitas, membuang sampah pada tempat sampah, memberantas jentik, dan sebagainya.
Air hujan yang menggenang juga bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah (DBD). Pastikan lingkungan rumah tetap bersih serta menerapkan 3 M Plus, yakni:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin seperti bak mandi, drum, ember atau toren sekurang-kurangnya seminggu sekali
- Menutup tempat yang digunakan untuk penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur
- Mengubur barang bekas yang bisa menampung air seperti kaleng, botol, ban bekas dan wadah plastik
kegiatan Plus diantaranya menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk dan lain-lain.
Selain demam berdarah, penyakit Leptospirosis juga bisa terjadi pada saat musim hujan karena banyaknya genangan air yang bisa saja terkontaminasi urine tikus yang mengandung bakteri Leptospira yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka pada kulit atau selaput lender (mata, hidung, mulut).
Adapun langkah pencegahannya adalah dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, gunakan sepatu bot dan sarung tangan saat membersihkan lingkungan rumah, tutup luka sebelum melakukan aktivitas di tempat yang lembap.
3. Hindari kedinginan terlalu lama
Segera mandi dan ganti pakaian dengan pakaian kering setelah kehujanan. Jangan biarkan tubuh dalam kondisi lembap terlalu lama karena dapat menurunkan imunitas atau menyebabkan flu.
4. Tetap Aktif Bergerak
Udara dingin terkadang membuat kita jadi lebih banyak beristirahat dan bermain gadget, namun begitu aktivitas fisik harus tetap dilakukan guna menjaga sirkulasi darah dan kekebalan tubuh. Aktivitas yang bisa dilakukan seperti senam, yoga, squat, dll.
5. Periksa Kesehatan Rutin
Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan tujuannya untuk deteksi dini penyakit sehingga apabila diketahui ada masalah kesehatan bisa dilakukan penanganan lebih cepat dan tepat.
Menjaga kesehatan di musim hujan sangat penting dilakukan, kuncinya terapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), makan bergizi serta istirahat yang cukup.
Mari saling mengingatkan keluarga dan kerabat untuk tetap fit selama musim hujan sehingga terhindar dari berbagai penyakit.
Salam, Punggawa Sehati !
