16/08/2018

Penanganan COVID-19 di Puskesmas Gamping II

Corona atau Covid 19 menjadi penyakit baru yang menakutkan, muncul pertama di penghujung tahun 2019 di dataran China. Bahkan dalam tempo yang sangat cepat telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Kondisi ini kemudian mengharuskan WHO menyatakan sebagai Pandemi. Di Indonesia pertama kali dilaporkan ada kasus pada awal Maret 2020, dan dalam waktu yang sangat singkat  perkembanganya hampir seluruh wilayah tanah air terjangkiti oleh wabah ini. 

Banyak sumber menjelaskan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus ini mudah menyebar dengan cepat sangat terkait dengan aktifitas dan mobilitas penduduk. Karena itu dalam upaya pengendalian penyebarannya banyak pihak merekomendasikan untuk membatasi mobilitas dan aktifitas interaksi social, selain juga dengan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)-membiasakan sesering mungkin untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Puskemas Gamping II dalam mensikapi perkembangan kasus Corona ini telah melakukan upaya-upaya edukasi dan penyuluhan pada masyarakat sejak sebelum ditemukan kasus di Indonesia, yaitu sejak bulan Pebuari 2020, dengan memanfaatkan pertemuan-pertemuan koordinasi, bimbingan teknis, dan penyuluhan-penyuluhan program yang harus  menyertakan materi edukasi tentang Corona. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengendalikan factor resiko, dan mencegah kepanikan.

Selanjutnya di pertengahan Maret 2020 dengan ditemukan kasus postif di Indonesia  maka  upaya-upaya tanggap yang dilakukan di puskesmas lebih terkoordinasi dan sistematis. Upaya-upaya tersebut antara lain:

  • Membentuk Tim Tanggap Covid 19 Puskesmas Gamping II pada pertengahan Maret 2020
    • Tim ini bertugas mengkoordinasikan segala hal yang diperlukan dalam penanganan kasus covid 19. Melalui pertemuan koordinasi harian setiap jam 08.00-09.00, membahas perkembangan kasus hasil surveilance, evaluasi pelayanan dalam situasi covid 19, ketersedian logistik,  peningkatan keamanan dan keselamatan petugas, serta materi edukasi yang diperlukan ke masyarakat.
Koordinasi Tim COVID sebelum penerapan Physical Distancing diberlakukan
Koordinasi Tim COVID setelah penerapan Physical Distancing diberlakukan
  • Meningkatkan kegiatan survailance-pengamatan
    • Pengamatan  terhadap kunjungan puskesmas dengan diagnosa Pneumonia dan Bronkhitis-Batuk pilek-demam,
    • Pengamatan dan laporan dari masyarakat,
    • dan umpan balik laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
  • Meningkatkan upaya keamanan dan keselamatan bagi petugas dalam memberikan pelayanan pada situasi covid 19
    • Hal-hal yang dilakukan dalam rangka meningkatkan keamanan dan keselamatan petugas adalah melalui Penyusunan Standar prosedur operasional (SPO), Mewajibkan setiap petugas harus disiplin menggunakan APD sesuai rekomendasi tim PPI Puskesmas, Membuka poli batuk pilek demam, Melakukan skrening pengunjung puskesmas, Mewajibkan setiap pengunjung puskesmas harus cuci tangan saat datang dan pulang puskesmas, Menerapkan physical distancing dalam pelayanan yaitu dengan mengatur jarak duduk ruang tunggu dan ruang pelayanan.
Penerapan Phsycal Distancing di Ruang Tunggu Pasien
Unit Layanan Batuk Pilek
  • Meningkatkan imunitas dan stamina petugas
    • Upaya meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh petugas dilakukan dengan memberikan suplemen vitamin dan extra fooding harian, serta menambah durasi senam peregangan setiap hari menjadi 15 menit sehingga bisa memberikan suasasana relaksasi.
  • Mengupayakan ketersedian logistik alat pelindung diri (APD) bagi petugas
    • Melakukan perubahan kegiatan anggaran setelah konsultasi ke dinas Kesehatan kabupaten, mengajukan usulan kebutuhan logistic ke UPT POAK, serta menerima donasi-bantuan dalam bentuk barang APD (Alat Pelindung Diri) dari pihak yang simpati.
  • Meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang Corona dan upaya yang bisa dilakukan dalam mencegah penyebaran
    • Edukasi pada masyarakat dilakukan melalui surat edaran dan himbauan kepala puskesmas, media promosi berupa flyer, leaflet, poster, video edukasi covid19 yang dipublikasi melalui media sosial (Website, Youtube, IG, WA).
Video Edukasi COVID-19 melalui channel youtub Punggawa
  • Meningkatkan koordinasi dengan unsur lintas sektor dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanganan kasus covid 19
    • Koordinasi dengan linsek dilakukan melalui lokakarya mini tri bulanan, koordinasi penanganan kasus positif covid 19 (setiap ditemukan kasus positif dilakukan koordinasi persiapan dan evaluasi penanganan untuk meminimalisir ekses social di lingkungan masyarakat).
Koordinasi dengan unsur lintas sektor dalam penanganan kasus covid 19
  • Melakukan bimbingan teknis pada unsur gugus tugas tingkat desa terkait upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanganan kasus covid 19
    • Bimbingan teknis kepada unsur gugus tugas tingkat desa dilakukan dalam  rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam merespond situasi yang berkembang agar sesuai pedoman. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari untuk masing-masing desa 1 hari.
Bimbingan Teknis pada unsur gugus tugas tingkat desa
  • Meningkatkan pemeliharaan lingkungan kerja
    • Upaya meningkatkan pemeliharaan lingkungan kerja dilakukan dengan meningkatkan kebersihan lingkungan Puskesmas, melakukan desinfeksi tiga kali sehari pada permukaan bidang yang resiko kontak dengan pengunjung, Sterilisasi ruangan setiap hari di poli batuk pilek dan ruang tunggu, serta seminggu sekali untuk semua ruangan puskesmas.
Penyemprotan Desinfektan di Lingkungan Puskesmas kerjasama dengan BPBD DIY

Selanjutnya gambaran lebih lengkap terkait kegiatan atau upaya-upaya tersebut ada pada artikel tersendiri. Semoga bermanfaat dan badai corona cepat berlalu.. Salam Punggawa Sehati