BIAS Tahap 2 untuk Lindungi Generasi Sehat Indonesia

Hallo Sobat Punggawa,

Imunisasi tidak hanya diberikan kepada bayi. Anak usia sekolah tetap berisiko terkena penyakit menular karena aktivitas padat, sering kontak dengan teman sebaya, serta sistem imun yang terus berkembang.

Melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS, anak-anak kembali mendapatkan kekebalan tambahan terhadap penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang otak, kelumpuhan, infeksi saluran napas berat hingga kematian.

Kegiatan BIAS juga membantu menjaga kelangsungan imunisasi rutin, mencegah kejadian luar biasa penyakit campak dan difteri serta menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Pelaksanaan BIAS dibagi menjadi 2 tahap yakni tahap 1 dan tahap 2. Puskesmas Gamping II telah melaksanakan BIAS tahap 1 pada bulan Agustus dan BIAS tahap 2 pada bulan November.  Kegiatan BIAS memiliki sasaran sebanyak 28 Sekolah Dasar/sederajat di wilayah kerja. Kegiatan BIAS bulan November dimulai tanggal 2 November hingga tanggal 27 November dengan  petugas yang terbagi dalam beberapa tim.

BIAS tahap 2 sasarannya adalah siswa/i kelas 1, 2 dan 5 Sekolah Dasar/ sederajat. Imunisasi yang diberikan pada tahap 2 yaitu DT (Difteri-Tetanus) untuk siswa kelas 1, imunisasi Td (Tetanus-difteri dosis rendah) untuk kelas 2 dan 5.

1. Imunisasi DT

Memberikan perlindungan terhadap :

Difteri, infeksi bakteri bernama Corynebacterium diphtheria yang bisa menyebabkan penyumbatan jalan napas dan kematian. Penyakit ini umumnya menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan, tetapi juga bisa memengaruhi kulit. Gejala khasnya adalah lapisan abu-abu tebal pada tenggorokan dan amandel.

Tetanus, infeksi yang disebabkan oleh bakteri  Clostridium tetani yang menyerang syaraf dan menyebabkan kejang otot hebat dan dapat berakibat fatal.

2. Imunisasi Td

Merupakan imunisasi untuk melindungi dari penyakit tetanus dan difteri, berfungsi sebagai imunisasi lanjutan atau booster untuk menjaga perlindungan jangka panjang sampai remaja.

Efek samping setelah dilaksanakan imunisasi diantaranya adalah nyeri atau bengkak ringan di tempat suntikan, demam atau badan lemas. Segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan jika gejala semakin berat, tidak membaik atau muncul gejala tidak biasa.

Berikut adalah beberapa dokumentasi saat pelaksanaan BIAS oleh tim Punggawa :

Proses skrining siswa
Proses injeksi vaksin
Proses entri aplikasi ASIK
Proses rekap hasil pelaksanaan

Selesai kegiatan BIAS petugas akan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Bapak/Ibu Guru berupa data rekapan jumlah siswa yang diimunisasi dan yang tunda imunisasi dikarenakan beberapa hal seperti siswa sedang sakit, sedang menjalani pengobatan, tidak hadir,dll. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk pelaksanaan sweeping BIAS.

Pelaksanaan BIAS adalah langkah penting untuk memastikan anak-anak tetap sehat, kuat dan terlindungi dari berbagai penyakit serta mendapatkan perlindungan jangka panjang yang sangat berharga untuk masa depan. Generasi sehat dimulai dari Sekolah, dan BIAS menjadi salah satu fondasi yang sangat penting.

Mari wujudkan generasi hebat dan sehat.

Dukung BIAS, dukung masa depan Indonesia.

Salam Punggawa Sehati !