
Dalam rangka menjaga keamanan pangan bagi masyarakat selama bulan Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri, Puskesmas Gamping II melaksanakan kegiatan pemantauan peredaran makanan di wilayah kerja. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan Ramadhan untuk memastikan makanan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi.
Kegiatan pemantauan ini dilaksanakan bersama lintas sektor, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan BP4, sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sebelum pelaksanaan kegiatan, seluruh petugas terlebih dahulu berkumpul di Aula Puskesmas Gamping II untuk melakukan koordinasi, membahas teknis kegiatan, serta melakukan pembagian tugas kepada anggota tim.

Dalam kegiatan ini, petugas dibagi menjadi tiga kelompok yang kemudian melakukan pemantauan secara langsung di lapangan. Lokasi yang menjadi sasaran pemantauan meliputi tiga pasar tradisional dan satu minimarket, yaitu Pasar Telogorejo, Pasar Pundung, dan Pasar Jambon serta 1 minimarket.
Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek keamanan pangan. Pemeriksaan meliputi kondisi kemasan atau wadah makanan, seperti apakah terdapat kemasan yang berkarat, sobek atau terbuka, serta kemasan yang penyok. Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan label produk, antara lain mencantumkan jenis produk, nomor kode produksi, komposisi, berat bersih (netto/isi), nama perusahaan, serta tanggal kedaluwarsa.
Petugas juga memastikan adanya izin edar atau nomor registrasi produk sebagai tanda bahwa produk telah memenuhi standar keamanan pangan. Selain pemeriksaan kemasan dan label, petugas turut melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik makanan, seperti bau atau aroma tengik, perubahan warna, adanya lendir, tingkat kerenyahan, serta kemungkinan adanya jamur atau kapang pada produk makanan.

Pemeriksaan juga dilakukan pada produk pangan segar seperti daging, ayam, dan ikan. Aspek yang diperhatikan meliputi kondisi bau, perubahan warna, adanya lendir, tekstur yang tidak kenyal, serta pada ikan diperiksa pula kondisi mata yang buram dan sisik yang mudah lepas, yang dapat menjadi tanda bahwa produk sudah tidak segar.

Di pasar, masing-masing tim melakukan penelusuran secara langsung dengan mengunjungi kios, warung, maupun pedagang yang menjual berbagai produk makanan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, ditemukan beberapa produk makanan yang belum memiliki label yang lengkap, kemasan yang penyok, serta produk yang telah melewati atau mendekati tanggal kedaluwarsa.
Temuan-temuan tersebut langsung disampaikan kepada pemilik toko atau pedagang pada saat kegiatan berlangsung. Petugas memberikan edukasi dan mengimbau agar produk dengan kondisi yang tidak baik dipisahkan dari produk yang masih layak jual, sehingga tidak sampai dikonsumsi oleh masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, seluruh tim kembali berkumpul untuk melakukan evaluasi hasil kegiatan pemantauan. Melalui kegiatan ini diharapkan para pedagang dapat lebih memperhatikan keamanan produk yang dijual, serta diharapkan masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya memilih produk makanan yang aman untuk dikonsumsi selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran. Masyarakat diimbau untuk selalu teliti sebelum membeli, dengan memperhatikan kondisi kemasan, label, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa. Khusus untuk produk pangan segar seperti daging, ayam, dan ikan, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi fisik produk, seperti warna yang masih segar, tidak berbau menyengat, tidak berlendir, tekstur masih kenyal, serta pada ikan ditandai dengan mata yang jernih dan sisik yang tidak mudah lepas. Dengan menjadi konsumen yang cerdas dan berhati-hati, kita dapat bersama-sama menjaga keamanan pangan serta melindungi kesehatan diri dan keluarga.
Salam Punggawa Sehati !
