Waspada! Leptospirosis Mengintai, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Hallo sobat Punggawa!

Apakah sudah pernah mendengar tentang Leptospirosis? yuk kita kenali lebih dalam tentang penyakit Leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang dapat menyerang manusia melalui kontak dengan air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit atau selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut.

leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai, terutama pada musim hujan dan kondisi lingkungan yang lembap. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan melalui urine hewan yang terinfeksi, seperti tikus, anjing, dan hewan ternak lainnya. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi peningkatan kasus leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Gamping II, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada.

Gejala Leptospirosis

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Demam tinggi lebih dari 38 ®C
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, terutama pada betis
  • Mata merah
  • Mual dan muntah
  • Menggigil

Pada kondisi yang lebih berat, dapat terjadi gangguan ginjal, hati, hingga perdarahan.

Cara Penularan

Penularan leptospirosis dapat terjadi melalui:

  • Kontak dengan air banjir atau genangan yang terkontaminasi urine tikus
  • Kontak dengan tanah atau lumpur yang tercemar
  • Kontak langsung dengan hewan terinfeksi
  • Luka terbuka yang terkena air atau tanah yang terkontaminasi

Upaya Pencegahan

Untuk mencegah leptospirosis, masyarakat diimbau untuk:

  • Mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas
  • Menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah
  • Menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan lingkungan
  • Menyimpan makanan dan minuman dengan aman
  • Menutup tempat sampah dan tempat penyimpanan air
  • Menghindari kontak langsung dengan air banjir
  • Segera membersihkan dan menutup luka dengan pelindung tahan air
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus

Sebagai bentuk respons terhadap peningkatan kasus, Puskesmas Gamping II telah melakukan berbagai upaya, antara lain:

  • Deteksi dini di Poli Umum, dengan melakukan skrining pada pasien yang datang dengan gejala mengarah ke leptospirosis.
  • Penyelidikan epidemiologi (PE) oleh petugas puskesmas apabila ditemukan kasus positif, dengan tujuan untuk menelusuri sumber penularan serta mencegah penyebaran lebih lanjut di lingkungan sekitar.
  • Edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan kewaspadaan terhadap leptospirosis baik secara langsung maupun melalui media massa.

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami demam tinggi disertai nyeri otot setelah kontak dengan lingkungan berisiko. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Kami menghimbau kepada seluruh Sobat Punggawa agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkesinambungan guna mencegah berbagai penyakit termasuk Leptospirosis.

Mari bersama mencegah leptospirosis demi kesehatan kita semua.

Salam Punggawa Sehati !