
GAMPING – Pada hari Rabu lalu (19 Oktober 2022) Kalurahan Banyuraden bekerjasama dengan Puskesmas Gamping II telah melaksanakan kegiatan deteksi dini leher Rahim dan payudara dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA-Test serta SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). Peserta dalam kegiatan ini adalah warga dari Kalurahan Banyuraden. Sebelum pemeriksaan dimulai, dilakukan penyuluhan mengenai SADARI dan SADANIS oleh Mahasiswa Profesi Ners FKKMK UGM dan screening kesehatan. Sedangkan, untuk pemeriksaan dilakukan oleh Bidan Puskesmas Gamping II dan dilanjutkan dengan konsultasi dengan Dokter Puskesmas. SADANIS betujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya.
Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Lurah Banyuraden Sudarisman, ST, Ketua TP PKK Kalurahan Banyuraden Kwintartiningsih, Kepala Puskesmas Gamping II Muhammad Daroji, SKM, MPH, beserta seluruh kader Kalurahan Banyuraden.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kalurahan Banyuraden Kwintartiningsih mengajak seluruh masyarakat Banyuraden khususnya ibu-ibu terutama yang mempunyai risiko terhadap kanker servik maupun payudara untuk mengikuti kegiatan deteksi dini pada hari ini dan selanjutnya. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat agar dapat diketahui sedini mungkin untuk dilakukan pengobatan secara cepat dan tepat.

Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Gamping II Muhammad Daroji SKM, MPH menyebutkan kanker payudara dan serviks merupakan dua penyakit penyebab kematian tertinggi pada wanita. Namun, kedua kanker itu dapat dicegah dengan deteksi dini. Karenanya, dibutuhkan kepedulian para ibu untuk melakukan deteksi sedini mungkin.
Apa itu Kanker Serviks?
Serviks atau leher rahim adalah bagian rahim yang terhubung ke vagina. Fungsinya adalah untuk memproduksi lendir yang membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim saat berhubungan seksual. Serviks juga berfungsi melindungi rahim dari bakteri dan benda asing dari luar. Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Berdasarkan penelitian pada tahun 2020, ada lebih dari 600.000 kasus kanker serviks dengan 342.000 kematian di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak terjadi dari seluruh kasus kanker pada tahun 2020. Tercatat ada lebih dari 36.000 kasus dan 21.000 kematian akibat kanker ini.
Ada beberapa cara untuk mendeteksi kanker serviks, salah satunya adalah dengan melakukan IVA test atau pemeriksaan IVA. IVA test adalah metode inspeksi visual dengan asam asetat, atau dikenal juga dengan sebutan visual inspection with acetic acid. Seperti namanya, IVA test adalah suatu cara mendiagnosis dini kemungkinan adanya kanker serviks dengan menggunakan asam asetat.Tujuan dari tes IVA adalah sebagai skrining awal untuk mendeteksi gejala-gejala kanker serviks serta mencegah terjadinya komplikasi. Hasil pemeriksaan tes IVA yang muncul dapat melihat apakah terdapat pertumbuhan sel prakanker di dalam serviks alias leher rahim atau tidak.
Kapan tes IVA dapat dilakukan?
Peringkat tertinggi dari jumlah kasus penyakit kanker tersebut diduduki oleh kanker payudara, dan diikuti oleh kanker serviks di urutan kedua. Angka kasus kejadian kanker serviks diperkirakan sekitar 23 orang per 100.000 penduduk. Atas dasar inilah, para wanita disarankan untuk melakukan deteksi dini. Salah satu kelebihan tes IVA ketimbang pemeriksaan lainnya adalah aman dilakukan kapan pun. Sebelum, saat, dan sesudah menstruasi tak jadi masalah.
Tujuan dari tes IVA adalah sebagai skrining awal untuk mendeteksi gejala-gejala kanker serviks serta mencegah terjadinya komplikasi.
Bagaimana Prosedur tes IVA?
Prosedur tes IVA yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
- Sebelum mulai IVA test, Anda akan diminta untuk berbaring dengan posisi kedua kaki terbuka lebar atau mengangkang.
- Dokter atau bidan memasukkan alat berupa spekulum ke dalam vagina. Alat spekulum bertujuan untuk membuat vagina terbuka lebar, sehingga memudahkan untuk mengamati bagian serviks atau leher rahim.
- Asam asetat atau asam cuka dengan kadar sekitar 3-5% diusapkan pada dinding serviks.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar walaupun cuaca hari itu mendung disertai dengan hujan ringan namun tidak menyurutkan semangat peserta yang hadir. Diketahui pendaftar dalam deteksi dini ini sebanyak 40 orang, sedangkan yang diperiksa sebanyak 38 orang.
Salam, Punggawa Sehati !



