Sleman Emergency Services (SES)

Dinas Kesehatan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan membentuk “Sleman Emergency Service” atau SES berupa sistem informasi pelayanan kesehatan terintegrasi yang bisa diakses masyarakat.

“Dalam pelayanan kesehatan diharapkan membuat inovasi baru yang mudah dan cepat akurat dengan sentuhan teknologi informasi yang mudah diakses masyarakat, dan dapat membangun pelayanan publik yang lebih baik” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini pada Worshop Sistem Penanggulangan Gawat Darurat (SPGDT), Senin.

Menurut dia, SES akan dioptimalkan pada 2021, dan mulai sekarang harus dipersiapkan.

“Sedangkan alur pelayanan SES nantinya dibentuk `Call Center` yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan langsung menghubungi “call center”, petugas jaga dan kesehatan siaga 24 jam.

“Apabila ada panggilan petugas jaga akan menghubungi Ambulans terdekat yang ada di Puskesmas dan sampai lokasi panggilan/kejadian maksimal 30 menit,” katanya.

Mafilindati mengatakan, untuk tahap awal Dinas Kesehatan Sleman bekerja sama dengan empat rumah sakit yakni RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RS PDHI dan RS PKU Gamping.

“Selain itu juga bekerjas sama dengan enam puskesmas rawat inap,” katanya.

Ia mengatakan, dengan workshop tersebut diharapkan pelayanan terhadap masyarakat terutama bidang kesehatan akan lebih baik dan yang terpenting teritegrasi dengan baik.

“Hal tersebut semata mata untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat. Selama ini pelayanan kesehatan terutama di puskesmas di Kabupaten Sleman sudah cukup baik, namun perlu diitngkatkan lagi dengan secara terintegrasi,” katanya.