
Halo Sobat Sehat Punggawa, kali ini akan dibahas tentang HIDUP SEHAT TANPA ASAP ROKOK sebagai wujud kasih sayang kita kepada keluarga.
Perilaku merokok merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Perilaku merokok bisa ditemukan di lingkungan masyarakat setiap harinya. Hal ini disebabkan karena merokok dianggap sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan berulang kali secara terus menerus, terutama bagi perokok yang sudah ketagihan mengisap rokok setiap waktu.
Peringatan mengenai bahaya merokok sudah banyak tersebar di masyarakat, bahkan dibungkus rokok pun sudah menampilkan dampak merokok dengan gambar menakutkan agar perokok sadar akan bahaya yang ditimbulkan dan kemudian berpikir untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Namun faktanya, tetap saja banyak orang yang merokok apalagi merokok didalam rumah. Rumah sejatinya menjadi tempat berlindung termasuk dari asap rokok. Perilaku tidak merokok di dalam rumah merupakan salah satu indikator dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) lho sobat.

Apa sih bahaya merokok di dalam rumah?
- Asap rokok tidak hilang hingga 3 jam, residu rokok dapat menempel pada furniture, karpet, dinding, baju, atau perabotan rumah lainnya.
- Partikel asap rokok lebih kecil, sehingga mudah berpindah ruangan meskipun pintu tertutup.
- Asap rokok berada dalam nafas perokok dapat menempel di pakaian, rambut, kulit dan lainnya sehingga kemanapun pergi akan terbawa dan terhirup orang lain

Merokok tidak hanya berdampak pada orang yang merokok tetapi juga pada orang yang tidak merokok yang berada disekitar atau perokok pasif. Perokok pasif terutama ibu hamil, bayi, dan anak-anak perlu dilindungi haknya dari kerugian akibat paparan asap rokok.
Perokok pasif dapat terkena dampak lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif karena perokok aktif menghisap rokok dari rokok langsung dan di rokok tersebut ada filter. Sementara perokok pasif menghisap asap dari rokok yang tentu saja tanpa filter ditambah asap yang telah keluar dari paru-paru perokok. Perokok pasif harus berani menyuarakan haknya untuk tidak menghirup asap rokok, namun tidak jarang perokok akan marah ketika ditegur. Oleh karena itu, perokok aktif perlu meningkatkan sikap toleransi untuk tidak merokok di dekat perokok pasif khususnya ibu hamil, bayi, dan anak-anak.
Asap rokok yang dihisap baik oleh si perokok dan orang lain yang menghirup asap rokok berdampak pada timbulnya berbagai gangguan kesehatan antara lain:
- Kanker paru-paru
- Asma
- Penyakit paru obstruktif kronis
- Tuberkulosis
- Penyakit pernafasan lainnya dan menurunnya fungsi paru
- Menurunnya kesuburan pada laki-laki dan perempuan
- Disfungsi ereksi
- Sindrom kematian bayi mendadak
- Kelainan kelahiran
- Sistem kekebalan tubuh yang melemah
- Tulang yang melemah
Yuk, mulai sekarang jauhilah rokok dan paparan asap rokok dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak mudah, tetapi dengan kemauan yang kuat, dukungan lingkungan/keluarga dan bantuan medis, seorang perokok dapat berhenti merokok. Ingaatt, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Berhenti merokok itu tak perlu menunggu hingga salah satu anggota keluarga tekena imbasnya. Mari Bersama kita menerapkan HIDUP SEHAT TANPA ASAP ROKOK sebagai wujud kasih sayang kita kepada keluarga.
Terimakasih untuk tidak merokok di dalam rumah…
Salam, Punggawa Sehati!
Sumber : Kemenkes RI
Penulis : Tim Promkes
