Kegiatan Inovasi KOMPAK CEDAK SANAK “Komunitas Peduli Anak – Cegah Tindak Kekerasan Pada Anak”

Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapa saja, baik yang berusia muda, dewasa maupun lansia.Gangguan jiwa dapat dipicu oleh banyak faktor. Pengalaman yang tidak menyenangkan yang dialami seseorang, misalnya adanya riwayat korban perilaku kekerasan dan pola asuh yang kurang tepat pada masa anak-anak, dikucilkan oleh masyarakat atau kejadian lain akan memicu terjadinya gangguan jiwa.

Kekerasan yang sering dialami oleh anak dapat menyebabkan anak cenderung memiliki harga diri yang rendah, mengalami trauma dan rentan menderita depresi pada masa dewasanya. Beberapa kasus kekerasan pada anak yang pernah terjadi di wilayah Puskesmas Gamping II, diantaranya adalah ada 2 kasus kekerasan seksual pada tahun 2014, kasus permainan yang bersifat pornografi pada siswa Sekolah Dasar serta kasus perundungan.

Menyikapi adanya beberapa kasus tersebut, Puskesmas Gamping II melalui program kesehatan jiwa mencoba membuat suatu  programinovasi berupa komunitas peduli anak yang bertujuan untuk melakukan upaya promotif, preventif sebagai upaya untuk mencegah kejadian gangguan jiwa    terutama pada anak.

Program inovasi kesehatan jiwa ini diberi nama “KOMPAK CEDAK SANAK”: KOMunitas PedulianAK- CEgah TinDAK kekeraSAn pada aNAK.

Program inovasi ini dirintis  sejak tanggal 28 April 2015, ditandai dengan penandatangan komitmen bersama yang melibatkan 36 kader posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Gamping II.

Adapun Kegiatan KOMPAK CEDAK SANAK  yaitu

K: Kenali.

Melakukan edukasi kepada masyarakat dan jugakepada anak langsung tentang pencegahan tindak kekerasan pada anak, sehingga orangtua dapat mengetahui ciri-ciri perilaku anak yang mengarah pada gangguan kesehatan mental. Edukasi dilakukan dengan berbagai macam sub tema yang mengarah pada upaya pencegahan tindak kekerasan pada anak, misalnya tentang pola asuh, Bahaya penggunaan Gadget, Bulliying( Perundungan), Bahaya Rokok dan NAPZA terutama pada anak, Pencegahan kekerasan seksual pada anak, Bahaya tindakan kekerasan pada anak, dsb

O:Observasi

Petugas/orangtua/kader melakukan pengamatan terhadap ada tidaknya perubahan perilaku anak, yang mengarah pada gangguan kesehatan mental.

M: Mendeteksi

Petugas/Orangtua/Kader melakukan deteksi dini kesehatan mental pada anak. Deteksi mengunakan Kuesioner PSC( Pediatric Symptom Checlist) dan SDQ( Strengths and Difficulties Questionnaire)

P: Pencatatan pelaporan

Petugas /kader melakukan skoring terhadap hasil deteksi yang sudah dilakukan, selanjutnya melakukan pelaporan jika ditemukan adanya gangguan perilaku anak yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut.

A: Ajak-Rujuk

Petugas/ kader melakukan melakukan rujukan/kunjungan rumah, agar orangtua melakukan konsultasi dan konseling lebih lanjut pada dokter ( Jika Ada Truma yang perlu Pengobatan) atau kepada Psikolog.

K: Konseling

Orangtua melakukan konseling dan konsultasikepada dokter dan atau psikolog untuk dapat dilakukan penanganan dengan segera, sehingga perilaku tersebut tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan jiwa berat.

Output KOMPAK CEDAK SANAK :

  1. Terwujudnya Dusun/desa yang terpapar penerapan KOMPAK CEDAK SANAK.
  2. Terwujudnya komitmen bersama lintas sektor dalam upaya pencegahan tindak kekerasan pada anak
  3. Meningkatnya kesadaran orangtua untuk melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa anak.
  4. Meningkatnya kesadaran orangtua untuk melakukan konsultasi tentang perilaku anak, dalam upaya untuk mencegah kejadian gangguan jiwa pada anak.
  5. Terwujudnya sekolah sehat jiwa sebagai upaya untuk mendukung terciptanya kesehatan jiwa anak yang lebih baik.


136 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *